10 Jemari Emas
Hancur……ku tau semunya sudah hilang
dan aku juga tau semua tak kan kembali
Biarlah …
Hancurlah sudah semuanya
Tak perlu ada sisa
Tak usah ada yang menoleh
Sekalipun badai itu terasa begitu menyakitkan
Mengoyak, menyiksa, memporakporandakan kehidupanku
Hingga mataku kehilangan arah tujuannya
Hatiku tak mampu membedakan lagi rasa
Jiwaku terbang entah kemana
Melayang ….. tinggi …. Dan berharap
Berharap ada sinar dating membimbingnya
Membawanya kembali ke tempatnya yang kini tengah kosong dalam
kehampaan
Namun batin ini kuat pada akarnya
Sekalipun air mata telah menjadi ribuan sungai yang mengalir
Dan terperosok ke dalam lembah yang begitu dalam
Hitam kelam tanpa cahaya
Kehidupanpun masih harus dijalani
Hitam ataukah putih sudah tak jadi lagi tolak ukur
Meronta saat hitam menguasai raga
Memelas saat putih sesaat singgah
Bersujud dalam bayangan semu
Seraya memohon belas kasihan
Kulihat Engkau mengulurkan tangan hidayah-Mu
Seperti ingin aku melangkah ke arahmu
Namun mungkin itu hanya perasaanku saja yang kosong
Tapi itu seperti nyata
Lagi-lagi batinku selalu berkata
Ini akan berahkir
Hanya sesaat
Kuatkanlah dan kembalilah
Pada jalanmu yang sempat hilang
Bertahanlah disana hingga tak ada pemisah antara kau dan
diri-Nya
Sesaat aku tersenyum
Namun kemudian ku merasa itu tak pasti
Tubuhku sudah lemah dan kehilangan gairahnya
Pikiranku sudah tak bisa lagi aku kendalikan
Hanya satu yang masih membuatku bertahan
Aku punya lamunan dari sepenggalkenyataan hidup
Serta sepuluh jemari emas yang sepertinya semakin bertambah
kuat
Dan hanya itulah yang aku miliki
Saat ini
Namun itulah awal dari semua yang baru
(Renno febrian)
ليست هناك تعليقات:
إرسال تعليق